Kamis, 31 Maret 2011

Islamic Parenting (2)


Tahapan pendidikan orang tua kepada anaknya

1. Saat dalam kandungan
    Pada saat masih di dalam kandungan seorang ibu sudah mulai mendidik anaknya dengan cara memperbanyak doa dan dzikir. Di saat inilah seorang ibu bahkan bisa melatihnya untuk sholat dengan cara mengajaknya berkomunikasi setiap sang ibu akan memulai solatnya. Bahkan di saat sang ibu sedang mengerjakan qiyamul lail. Ada sebuah kisah nyata tentang seorang ibu yang sudah terbiasa bangun untuk melaksanakan tahajud namun di hari itu dia kelelahan sehingga tidak terbangun. Subhanalloh, ternyata tepat pada saat sang ibu biasa terbangun, bayi di dalam perutnya terus menendang dinding rahim sampai si ibu benar-benar terbangun dan mengambil wudhu.

2. Saat bayi lahir
  • Diberi adzan

       Saya pernah mendengar sebuah pembahasan mengenai pemberian adzan kepada bayi yang baru lahir dan ustadz pun menjelaskan kalau hadistnya tidak pada tingkatan shohih. Namun saya setuju dengan pembahasan ‘Anak Langit’ yang berpendapat walaupun tidak diharuskan namun pemberian adzan insyaalloh akan berdampak baik karena kalimat-kalimat-Nya-lah yang pertama ia dengar ketika menghirup udara di dunia. So, mudah2an dengan niat ini kita tidak tergolong pada kelompok yang mengerjakan bid’ah.. ;)
  • Dibersihkan dengan aqiqah dan zakat fitrah


3. Usia 0-2 bulan
   Pada masa ini adalah masa dimana bayi mencari kepuasan oral berupa sentuhan langsung yaitu saat ibu sedang menyusui anaknya. Ini pula masa penting untuk memberikan ASI yang super eksklusif kepada bayi.

4. Usia 0-4 tahun
  • Di usia 2 tahun orang tua bisa memulai mengajak anak untuk sholat bersama
  • Banyak bermain dengan anak
  • Melatih anak berkata jujur


5. Usia 4-10 th
  • Mengajak anak dengan bepergian ke tempat permainan yang edukatif sambil menasihatinya
  • Menyikapi anak dengan tegas dan lembut
  • Menghargai mainan anak dan hak anak, contohnya izin kalo mau minjemin mainan anak qta ke anak lain  atau izin saat akan memberikan baju miliknya pada orang lain walapun untuk disumbangkan
  • Jangan memisahkan anak dari keluarga, dari hasil penelitian, idealnya anak yang berusia di atas 10 tahunlah yang sudah bisa dipisahkan dari orang tuanya
  • Mengajari anak menyimpan rahasia, bisa dengan cara mengajarkan pendidikan seks (contoh : mengajarkan bahwa alat kelaminnya harus dirahasiakan dari siapapun)
  • Mengajarkan etika makan yg baik sesuai islam dan makan tanpa nonton tv
  • Menggali potensi melalui pemeriksaan psikotes bakat dan minat
  • Mengajarkan adzan dan sholat secara rutin (bisa dengan metode punish and reward)
  • Mengajarkan anak tidur terpisah
Sumber : Catatan Pribadi siaran Anak Langit MQ FM

Jumat, 25 Maret 2011

Mengapa Rosululloh Melarang Kita Makan dan Minum Sambil Berdiri??



عن أنس وقتادة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم ” أنه نهى أن يشرب الرجل قائماً
قال قتادة : فقلنا فالأكل ؟ فقال : ذاك أشر و أخبث
Dari Anas dan Qatadah radhiallaahu ‘anhuma,
dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :
“Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri”.
Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?”
beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR. Muslim dan Turmidzi)
Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
لا يشربن أحدكم قائما ، فمن نسي فليستقئ
“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)
Rahasia Medis
Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat,
lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan pernah sekali minum sambil disfungsi pencernaan. Adapun Rasulullah berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat hanya sekali karena darurat!
Begitu pula makan sambil berjalan, sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.
Dr. Ibrahim Al-Rawi melihat bahwa manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan
tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupkan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua
susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat tepenting pada saat makan dan minum.
Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.
Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus –menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah. Jika kita minum berdiri air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.
Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.
Oleh karena itu marilah kita kembali hidup sehat dan sopan dengan kembali ke pada adab dan akhlak Islam, jauh dari sikap meniru-niru gaya orang-orang yang tidak mendapat hidayah Islam.
Sumber:
Majalah Qiblati edisi 04 tahun II. Judul: Larangan Minum sambil berdiri,Hal 16.
Diambil dr milist tetangga

Kamis, 24 Maret 2011

MENIKAH

Tulisan kedua yang saya salin ke blog hari ini dari seorang yang saya kagumi, Kartika Akbaria semoga ukhti selalu dalam barokahNya :)


Benarkah menikah didasari oleh kecocokan? 

Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng.. 
Kalau sama-sama suka sop buntut
berarti masa depan cerah...(That simple?........)

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan,
menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi
saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya.

Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan
lancar.. Lalu apa?
MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku
yang kuat dan berani.
Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk
menemukan jalan keluarnya.

Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?
Harus ada 'Komunikasi Dua Arah', 'Ada kerelaan mendengar kritik', 'Ada
keikhlasan meminta maaf', 'Ada ketulusan melupakan kesalahan,dan
Keberanian untuk mengemukakan pendapat'.

Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta,
bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil
undangan yang memacetkan jalan.

MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh,
ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil

MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam
satu ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang
berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa,
bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah
perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling 
tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama...

MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda.
Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami oranglain...??
Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan
pasangan hidup...??

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi
sedalam samudra,serta jiwa besar untuk 'Menerima' dan 'Memaafkan'



Tentang CINTA

Terkesan dengan tulisannya, jadi muncullah keinginan buat ngedit langsung dari http://zafiruddin.blogspot.com supaya bisa lebih indonesia (lebih menjiwai)... ;)

Mencintai Dalam Diam, Dari kejauhan, Dengan Kesederhanaan dan Keikhlasan



Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui 
saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta 
izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba..
mungkinkah dengan ridhoNYA atau hanya mengundang murkaNYA..


Jika benar cinta itu karena ALLAH maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran ALLAH kerana hakikatnya ia berhulu dari ALLAH maka ia pun berhilir hanya kepada ALLAH..

" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran ALLAH." (QS. Adz Dzariyat: 49)

" Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin ALLAH akan memampukan mereka dengan kurniaNYA." (QS. An Nuur: 32 )

" Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNYA ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNYA diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." ( QS. Ar Ruum: 21 )

Tetapi jika kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah.. berdoalah.. berpuasalah..

" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah.. berpuasalah, kerana sesungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya." ( Hadis )

" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ( QS. Al Israa': 32 )

Cukup cintai dia dalam diam..,

Bukan karena membenci hadirnya.. tetapi menjaga kesucinnya
bukan karena menghindari dunia.. tetapi meraih syurgaNYA
bukan kerana lemah untuk menghadapinya.. tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai dia dari kejauhan..,

Karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari ujian..
karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan..
karena mungkin saja dirimu akan membawa kelalaian pada hati-hati yang terjaga..

Cukup cintai dia dengan kesederhanaan..,

Memupuknya hanya akan menambah penderitaan..
menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan..

Maka cintailah dia dengan keikhlasan..,

Karena tentu kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib yang diinginkan oleh hati.. tetapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi..??

".. boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." ( QS. Al Baqarah: 216 )

Persiapkanlah diri kita menjadi yang terbaik karena...,

" Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki-lelaki yang keji, dan lelaki-lelaki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki-lelaki yang baik dan lelaki-lelaki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (syurga)." (QS. An Nuur: 26 )

Cukup cintai dia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan dan keikhlasan..

Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan.. mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan..

Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan.. serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya..
biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..

" Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga ." (Umar Bin Khattab ra)

Rabu, 23 Maret 2011

Islamic Parenting (1)

Multiple intelegencia (Jenis Kecerdasan) :
Setiap anak sudah dikarunia Alloh SWT. bakat juara masing-masing, di masa anak usia pra sekolah sampai SD semua kecerdasan ini diperkenalkan untuk dilihat di jenis kecerdasan apa dia menonjol. 8 jenis kecerdasan itu adalah :



1. Spasial visual/cerdas seni, menyukai seni rupa, lukisan patung, dapat menggambarkan ruang dlm sudut yg berbeda, menyukai cerita bergambar dan berwarna, tokohnya : Raden saleh, Affandi

2. Linguistik verbal/cerdas bahasa, menyukai puisi, dan cerita-cerita, suka menulis, tokohnya : WS Rendra, Taufik Ismail

3. Interpersonal/cerdas gaul, menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan kelompok, bisa memanipulasi orang lain, tokohnya : Mahatma Gandhi

4. Musikal senang memainkan alat music, mudah mengetahui nada, tokohnya Bimbo, Purwacaraka, Opic, Mozart, Beethoven

5. Kecerdasan natural, suka alam, sayang pada binatang, tanaman, mempunyai minat besar tentang kehidupan flora dan fauna, tokohnya : Harun Yahya

6. Body kinestetik/cerdas fisik, senang olahraga, gerak tubuh, belajar banyak melibatkan fisiknya, tokohnya Mohammad Ali, hati-hati bedanya dengan permasalahan gangguan konsentrasi

7. Intrapersonal, sensitif pada nilai diri, mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri, tokohnya : Plato

8. Logic Mathic/Cerdas angka, kecerdasan inilah yang umumnya sering dicari orang tua pada anaknya, karena anak dengan kecerdasan ini akan selalu mendapatkan ranking yang baik di sekolah. Tokohnya adalah : Habibi, Thomas Alfa Edison


Saat usia 14 tahun anak sudah bisa diketahui bakat dan minatnya bisa dengan cara psikotes khusus atau cara sederhananya adalah dengan memperhatikan tingkah pola anak, referensinya buku Jamal Abdurahman, Pendidikan Anak Metode Nabi.

Pada usia 18 th, anak yang sudah mengetahui bakat dan minatnya dapat dikenali karena ia memiliki ciri-ciri sudah bisa membayangkan 20 tahun lagi ia akan jadi apa dan apa saja yang ingin dia dapatkan. (duniawi dan ruhiyah)

Sebuah kutipan dari Hendry Ford (seorang pendiri Ford Motor) : "Saya tidak pernah bekerja selama hidup." Berarti selama ini seorang Hendry Ford yang terkenal pekerja keras dalam membangun pabrik otomotifnya  sangat menikmati pekerjaannya karena apa yang ia kerjakan sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga ia sama sekali tidak merasa terbebani.

Pola asuh sebaiknya dilakukan dengan pola asuh yang sejajar dimana bakat dan minat anak dikomunikasikan dengan baik kepada orang tua.

Kalo ada anak yang keukeuh dengan keinginannya akan jurusan tertentu tetapi tidak sesuai dengan bakatnya maka orang tua harus menjelaskan konsekuensinya. Karena sang anak membutuhkan usaha ekstra untuk mendapatkan nilai baik pada jurusan kuliah yang ia minati dibanding dengan teman-temannya. Contoh minatnya kuliah di ITB padahal dia berbakat di bidang social maka sang anak harus tau kalau dia harus belajar sesuatu 4x lebih lama dibanding temannya yang lain. 

Catatan penting, dalam perkuliahan secara khusus seseorang akan mendapatkan : struktur keilmuan, budaya intelektual, keinginan untuk menuntut ilmu, dan membentuk pola pikir yang terstruktur. Jadi, tidak masalah jika pendidikan seseorang jauh berbeda dengan pekerjaannya.

Wallohu 'alam bishowab

Catatan Pribadi Kajian dari 'Anak Langit', Radio MQ 102,7 FM, Rabu 23 Maret 2011

Senin, 21 Maret 2011

Tidur Rosululloh



Tidur adalah suatu kondisi terlemah dari seorang manusia. Saat seseorang tidur apapun bisa terjadi tanpa kita sadari. Bahkan bisa jadi saat tidurlah akhir hidup kita. Sebagai upaya untuk mencapai cita-cita husnul khotimah (kebaikan di akhir hidup) ada baiknya kita mengikuti kebiasaan baik yang telah diajarkan teladan hidup kita Nabi Muhammad SAW, diantaranya :

1. Mengambil air wudhu

"Jika kamu mendatangi pembaringanmu, hendaklah berwudhu' sebagaimana engkau berwudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah dengan bertelekan pada rusuk kananmu." Diriwayatkan dari 'Aisyah Radhiallaahu’anha.

2. Membersihkan dulu tempat berbaring

"Jika salah seorang di antara kamu mendatangi pembaringannya, hendaklah mengibaskan kasurnya dengan ujung kain (untuk membersihkannya) serta sebutlah asma Allah Subhanahu wa Ta'ala Sebab ia tidak tahu kotoran apa yang melekat pada kasurnya itu sepening-galnya. Jika hendak berbaring, hendaklah berbaring dengan bertelekan pada rusuk kanan. Dan hendaklah mengucapkan:
"Maha suci Engkau Ya Allah Ya Rabbi, dengan menyebut nama-Mu aku meletakkan tubuhku, dan dengan nama-Mu jua aku mengangkatnya kembali. Jika Engkau mengambil ruhku (jiwaku), maka berilah rahmat padanya. Tetapi, bila Engaku melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih." (HR Muslim)

3. Berbaring menghadap kanan

4. Membaca An-nas, Al-ikhlas, dan Al-falaq sambil mengusapkan telapak tangan ke bagian tubuh yang dapat  dijangkau sebanyak 3x

Diriwayatkan dari 'Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata:

Setiap kali Rasulullah hendak tidur di pembaringannya pada tiap malam, beliau merapatkan kedua telapak tangannya. Lalu meniupnya dan membaca surat Al-Ikhlas (Qul Huwallaahu Ahad), surat Al-Falaq (Qul A'uudzu birabbil Falaq) dan surat AnNaas (Qul A'uudzu birabbin Naas). Kemudian beliau mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengan kedua telapak tangannya itu. Dimulai dari kepala,wajah dan tubuh bagian depan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali." (HR. Bukhari)

5. Bersegera bangun di sepertiga malam terakhir

Qiyamul lail merupakan ibadah yang paling dikuakan setelah sholat wajib. Abu Hurairah Radhiallaahu ‘anhu meriwayatkan sebuah hadist dari Rosululloh :

"Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmati seorang suami yang bangun pada malam hari untuk mengerjakan shalat malam lalu membangunkan istrinya untuk shalat bersama. Bila si istri enggan, ia memercikkan air ke wajah istrinya (supaya bangun). Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmati seorang istri yang bangun pada malam hari untuk mengerjakan shalat malam lalu membangunkan suaminya untuk shalat bersama. Bila si suami enggan, ia memercikkan air ke wajah suaminya (supaya bangun)." (HR. Ahmad)

Sumber : Sehari di Kediaman Rosululloh – Syaikh Abdul Malik Al-Qosim